Rabu, 20 Juni 2012

BAHAN KULIAH PRA MAGISTER 2012 UMI.


TEORI EKONOMI MIKRO
( Dosen H. Abbas Saleh, SE.MSi )
Ilmu Ekonomi
Istilah ekonomi mula-mula berasal dari perkataan Bahasa Yunani yaitu Oikos berarti rumah tangga dan Nomos berarti aturan, perubahan kata ekonomis menjadi ekonomi mengandung arti aturan yang belaku untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam suatu rumah tangga .
1.      Albert Mayers : Ilmu ekonomi adalah Ilmu pengetahuan yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuas kebutuhan manusia.
2.      J,L. Mey Jr  : Ilmu ekonomi adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha manusia kearah kemakmuran.
3.      Adam Smith : Ilmu ekonomi sebagai suatu ilmu yang menyelidiki tentang sifat-sifat dan sebab musabab kemakmuran.
4.      Leonel Robbins dan Bouldin , menyatakan bahwa ilmu ekonomi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tingka laku manusia sebagai suatu hubungan antara keinginan dan kelangkaan alat kebutuhan yang alternative dalam pemakaiannya.
5.      Jacob Viner, mendefinisikan Ilmu ekonomi sebagai suatu tindakan apa yang dapat dilakukan oleh pelaku ekonomi atau ahli ekonomi.
6.      Frank Knight :  studi mengenai ilmu ekonomi adalah studi mengenai cara bertindak ekonomi.
7.      R.J.Ruffin, menyatakan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaiman sumber produksi yang langka dialokasikan di antara kebutuhan.
8.      Paul A Samuelson Ilmu ekonomi adalah studi mengenai bagaimana cara manusia dan masyarakat sampai pada pilihan (dengan atau tanpa uang) untuk menggunakan sumber-sumber ekonomi yang terbatas yang dapat mempunyai kegunaan alternatif untuk menghasilkan berbagai macam barang  dan mendistribusikan untuk konsumen baik sekarang maupun masa yang akan datang diantara berbagai orang dan golongan masyarakat.
9.      Soemitro Djojohadikusumo, dalam bukunya Pengantar Ilmu Ekonomi Pembangunan, mengatakan bahwa Ilmu Ekonomi mempelajari tingkah laku manusia/masyarakat dalam menggunakan unsur-unsur produksi sebaik-baiknya dengan maksud untuk memenuhi kebutuhannya.
Secara garis besar dapat dinyatakan bahwa ilmu ekonomi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaiman tingka laku manusia dalam usaha memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas, dengan mengadakan pemilihan diantara berbagai alternative pemakaian atas alat-alat pemuas kebutuhan yang tersedianya relative terbatas/langkah(scarcity).
         Alat pemenuhan kebutuhan manusia berupa barang(Goods) dan Jasa (Service) diklasifikasikan meliputi :
a.       Benda Ekonomi(economic goods), merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang dapat berupa barang, jasa dan sumber daya lain yang tersedia dengan cirri-ciri langka(scarcity) dapat berpindah atau diperlakukan(Transfarable) mempunyai nilai guna(utility) mempunyai harga(price) untuk mendapatkannya memerlukan pengorbanan.
b.      Barang-barang bebas(free goods) yaitu alat pemuas kebutuhan manusia yang bebas dan tersedia dalam perekonomian dalam jumlah yang lebih besar dari pada kebutuhan manusia, dengan cirri-ciri mudah diperoleh dan tidak mempunyai harga pasar seperti udara, air sungai, sinar matahari dll.
c.       Barang masyarakat/umum(public goods) yaitu alat pemuas kebutuhan manusia yang pada umumnya penyediaannya dilakukan oleh pemerintah, barang ini bersifat ekonomi bagi sipenyedia dan bersifat barang bebas bagi si pembeli seperti PLTA, PAM dimana kepada masyarakat dibebankan biaya ganti rugi terhadap inventasi yang dilakukan pemerintah.
Masalah ekonomi timbul sebagai akibat adanya kenyataan kenyataan di bawah ini
1.  Jumlah dan macam ragam kebutuhan manusia sangat banyak, dan
2. Alat pemuas kebutuhan, dibandingkan dengan kebutuhan manusia tersebut di atas,       
     sangat terbatas.
Dari masa pra sejarah sampai jaman modern seperti sekarang ini belum pernah kita jumpai suatu masyarakat atau suatu bangsa yang kebutuhan hidupnya telah dapat terpenuhi seluruhnya. Masyarakat yang dikatakan masih kebutuhan mereka baik jumlah maupun macamnya tidak banyak bila dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat modern. Akan tetapi oleh karena kemampuannya untuk menghasilkan barang barang dan jasa-jasa yang langsung dapat memenuhi kebutuhan mereka sangat kecil juga, rnaka banyak dan kebutuhan mereka yang pemenuhan nya terbatas dalam angan-angan mereka belaka.
Dengan semakin majunya peradaban manusia, manusia menjadi semakin cerdas dan semakin banyak alat yang mereka miliki; yang semuanya ini meningkatkan kemampuan mereka dalam menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa yang selanjutnya dapat mereka pergunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Akan tetapi meningkatnva kemampuan mereka menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa tersebut  senantiasa diikuti, dibarengi, bahkan tidak jarang pula didahuiui oleh timbulnya kebutuhan-kebutuhan baru. Meningkatnya kebutuhan mereka tersebut demikian cepatnya, sehingga bangsa yang pa maju di dunia dewasa mi, masih pula merasakan keterbatasan mereka dalam memenuhi kebutuhan mereka yang semakin beraneka ragam teori.
Menghadapi kenyataan tidak dapat terpenuhinya semua kebutuhan mereka, maka dengan sadar atau tidak manusia bertendensi untuk bersikap rasional, yaitu sepanjang mereka mempunyai pilihan, mereka akan memilih pilihan yang mendatangkan manfaat sebesar-besarnya dan peng gunaan alat pemuas kebutuhan tertentu, atau memilih pilihan yang menurut perhitungan mereka memerlukan korban paling kecil di antara pilihan-pilihan lain untuk maksud pemenuhan kebutuhan tertentu.
Ilmu yang mempelajari bagaimana manusia dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhannya mengadakan pemilihan di antara berbagai  pemakaian atas alat-alat pemuas kebutuhan yang tersedianya  terbatas inilah yang kita sebut ilmu ekonomi atau economics.
Ilmu Ekonomi Mikro
Ekonomi Mikro berarti Ilmu Ekonomi Kecil, karena mikro berasal dari bahasa inggeris yang berarti kecil. Ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang secara khusus membahas prilaku individu dan perusahaan yang dihadapkan kepada keterbatasan sumber daya.
       Ekonomi mikro lebih membahas kegiatan ekonomi dari perspektif individual, seperti seperti individu sebagai seorang konsumen, individu dalam memanfaatkan factor-faktor produksi dan individu sebagai seorang produsen.
Teori ekonomi mikro mula-mula dikembangkan oleh ahli ekonomi klasik pada abad 18. 19 seperti Adam Smith, David Ricardo yang selanjutnya dikembangkan oleh Marshall dan Pigou, untuk menyusun teorinya ahli-ahli ekonomi Klasik(mikro) mendasarkan pada anggapan-anggapan dasar tertentu al:
a.       Setiap subyek ekonomi selalu bertindak ekonomi rasional yaitu para konsumen selalu berusaha untuk mencapai kepuasan maksimal dari tiap barang dan jasa yang dikonsumsi, sedangkan produsen selalu berusaha untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.
b.      Setiap subyek ekonomi mempunyai informasi yang lengkap atas segala sesuatu yang terjadi dipasar.
c.       Tingkat mobilitas tinggi sehingga para ahli ekonomi dapat segera menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi dipasar.
Berdasarkan anggapan-anggapan diatas para ahli ekonomi klasik berkeyakinan bahwa kegiatan ekonomi berkembang secara efessien, pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat dan kesempatan kerja penuh akan tercapai(full employment)ekonomi mikro menganalisa kegiatan-kegiatan dan permasalahan ekonomi dari unit-unti ekonomi individual.
Ekonomi Mikro Dalam Kerangka Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi biasa dibagi dalam tiga kelompok dasar, yaitu kelompok ekonomi deskriptif, kelompok teori ekonomi dan kelompok ekonomi terapan. Ekonomi deskriptif atau descriptive economics, mengumpulkan keterangan-keterangan yang relevan mengenai sesuatu masalah ekonomi. Teori ekonomi yang biasa juga disebut economic theory atau economic principles, yang selanjutnya dapat dipecah lagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu kelompok teori ekonomi mikro dan kelompok teori ekonomi makro, tugas utamanya ialah encpb menerangkan secara umum perekonomian Apabila yang merupakan materi pembahasan adalah perilaku pelaku-pelaku ekonomi yang berada di dalam  perekonomian, maka teori ekonomi iersebut masuk kategori teori ekonomi mikro. Sedangkan apabila yang merupakan materi pembahasan adalah mekanisme bekerjanya perekonomian sebagai suatu keseluruhan, maka teori ekonomi tersebut kita kategorikan sebagai teori ekonomi makro. Akhirnya, yang dilakukan oleh ekonomi terapan, atau applied economics ialah menggunakan hasil-hasil pemikiran yang terkumpul dalam teori ekonomi untuk menerangkan keterangan-keterangan yang dikumpulkan oleh ekonomi deskriptif. Dengan menggunakan kerangka penggolongan ilmu ekonomi tersebut di atas dapatlah dikatakan bahwa materi yang disajikan dalam buku ini kalau dilihat isinya dapat dimasukkan ke dalam kelompok teori ekonomi mikro, yang lazim pula disebut teori harga atau price theory, dan yang biasa juga disingkat ekonomi mikro atau microeconomics.
Pelaku-Pelaku Ekonomi
Di atas telah disinggung bahwa ekonomi mikro berusaha menerangkan perilaku pelaku-pelaku ekonomi. Oleh karena itu ada manfaatnya apabila untuk sejenak perhatian kita, kita arahkan guna mengetahui macam kegiatan yang dilakukan oleh pelaku-pelaku ekonomi tersebut dan hubungan-hubungan yang lazim terjadi di antara mereka.
Dalam perekonomian manapun, baik klasik maupun modern, baik kapitalis, sosialis maupun komunis, dapat dibedakan tiga kelompok pengambil keputusan ekonomi yang untuk selanjutnya kita sebut pelaku pelaku ekonomi atau subyek-subyek ekonomi. Ketiga kelompok pelaku pelaku ekonomi tersebut ialah
1. Rumah tangga keluarga,
2. Rumah tangga perusahaan, dan
3. Rumah tangga pemerintah.
Diagram Arus Lingkar Sumber Daya dan Pendapatan dalam Prekonomian
( Hubungan Dasar antara berbagai sektor dalam Perekonomian)


Pemerintah
 
                Tenaga kerja, lahan                                                 Pembayaran u/barang &jasa
                      Upah, Sewa                                                            Barang &Jasa                     
                           Pajak                                                             Jasa dan subsidi                                      
                           Jasa pemerintah(social,bencana alam)              Pajak

Dunia Usaha

 


Rumah Tangga

 
                                                Pembayaran barang &jasa
                                                        Barang dan Jasa
                                                    Upah, sewa, bunga, laba
                                       Tenaga kerja,bahan,modal dan kewirausahaan

Dan ke tiga kelompok tersebut masing-masing mempunyai pola aktivitas ekonomi tertentu yang sedikit banyak dipengaruhi oleh ookr perekonomian yang berlaku. Pada dasarnya kegiatan-kegiatan ekonomi yang khas bagi masing-masing golongan pelaku ekonomi tersebut di atas dapat kita ikhtisarkan sebagai berikut
A. Rumah Tangga Keluarga. > Dalam kelompok pelaku ekonomi mi biasa disebut sebagai household, dan dapat berupa organisasi keluarga atau dapat pula berupa orang perorangan. Orang perorangan kita anggap sebagai rumah tangga keluarga beranggota tunggal. Kegiatan-kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh rumah tangga keluarga pada pokoknya meliputi
  1. menjual atau menyewakan sumber-sumber daya yang mereka miliki dengan mendapatkan pendapatan yang dapat berupa upah, gaji, sewa, bunga atau laba sebagai hasil penjualan atau hasil persewaan sumber-sumber daya mereka,
  2. membayar pajak, membeli dan mengkonsumsi barang-barang dan jasa-jasa pribadi yang dihasilkan oleh rumah-rumah tangga perusahaan, dan
  3. memanfaati jasa pemakaian barang-barang dan jasa-jasa ookr yang disediakan oleh pemerintah.
B. Rumah Tangga Perusahaan >  Pelaku-pelaku ekonomi yang tergolong dalam kategori mi mempunyai bentuk yuridis yang bermacam macam. Ada yang berbentuk perseroan terbatas, persekutuan komanditer, persekutuan dengan firma, perusahaan perseorangan, perusahaan ookr, koperasi dan sebagainya lagi. Rumah-rumah tangga perusahaan, yang dengan singkat kita sebut juga produsen, perusahaan atau badan usaha melaksanakan kegiatan-kegiatan ekonomi yang pada dasarnya adalah seperti di bawah ini
  •  membeli sumber-sumber daya dan rumah-rumah tangga keluarga dan rumah tangga pemerintah,
  • membayar pajak,
  • memanfaati barang-barang dan jasa-jasa  yang disediakan oleh pemerintah,
  • menggunakan sumber-sumber daya seperti dimaksudkan di atas untuk menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa, dan
  • menjual barang-barang dan jasa-jasa yang mereka hasilkan, kepada rumah-rumah tangga keluarga, rumah tangga pemerintah, dan juga kepada  rumah tangga perusahaan.
C. Rumah-tangga pemerintah > Pelaku ekonomi ini, yang biasa hanya disebut pemerintah,    menjalankan macam kegiatan ekonomi seperti berikut
  1. membeli sumber-sumber daya, (untuk perekonomian kita terutama sumber daya manusia), barang-barang dan jasa-jasa dan rumah-rumah tangga keluarga dan rumah-rumah tangga perusahaan,
  2. dengan sumber-sumber daya, barang-barang dan jasa-jasa yang dibelinya, rumah tangga pemerintah menghasilkan serta menyajikan jasa barang-barang untuk dapat dimanfaati oleh rumah-rumah tangga keluarga dan rumah-rumah tangga perusahaan,
  3. memungut pajak dan rumah-rumah tangga keluarga dan rumah rumah tangga perusahaan dengan maksud antara lain untuk membiayai pembelian barang-barang, jasa-jasa serta sumber-sumber daya yang diperlukan seperti yang dimaksudkan pada butir ke 1 di atas,
  4. bertindak sebagai pengatur perekonomian, pemerintah berkewajiban
(a) mengusahakan pembagian pendapatan nasional yang adil,
(b) mengusahakan tingkat pendapatan nasioƱal dan tingkat kesempatan kerja yang tinggi,
(c). mengusahakan tingkat harga yang stabil, dan
(d) mengusahakan pertumbuhan ekonomi yang memadai.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih balk mengenai hubungan hubungan ekonomi di antara ketiga pelaku ekonomi tersebut, kegiatan kegiatan ekonomi seperti disebutkan di atas kita ikhtisarkan dalam bentuk lingkaran aliran aktivitas ekonomi yang biasa juga disebut circular flow diagram.
Materi Ekonomi Mikro
Di atas telah diungkapkan bahwa cabang ilmu ekonomi yang dapat kita sebut ilmu ekonomi mikro, teori ekonomi mikro, microeconomics, atau singkatnya ekonomi mikro, biasa didefinisikan sebagai cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari perilaku pelaku-pelaku ekonomi. Apabila kita berpegang teguh pada definisi ini kita harus berkesimpu1an bahwa materi-bahas ilmu ekonomi mikro berupa perilaku ekonomi rumah tangga keluarga, perilaku ekonomi rumah tangga perusahaan dan perilaku ekonomi rumah tangga pemerintah.
Akan tetapi rupa-rupanya para pemikir ekonomi berfikir pragmatis. Dalam mengisi ekonomi mikro para memikir ekonomi tidak mau terikat kepada definisi ilmu ekonomi mikro seperti yang mereka lafalkan. Pertama-tama dapat diketengahkan bahwa dengan mendasarkan kepada pertimbangan bahwa transaksi yang dilakukan oleh pemerintah di samping nilainya secara keseluruhan sangat besar juga tujuan utamanya sering-sering adalah untuk mempengaruhi jalannya perekonomian, maka kebanyakan pemikir ekonomi tidak memasukkan teori perilaku ekonomi rumah-tangga pemerintah ke dalam disiplin ilmu ekonomi mikro.
  1. 1.)    Teori Konsumen. Bagian dari ilmu ekonomi mikro ini pada pokoknya membahas perilaku ekonomi rumah-rumah tangga keluarga dalam menggunakan penghasilan mereka yang jumlahnya terbatas untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan memperoleh tingkat kepuasan yang maksimal. Selanjutnya dapat diketengahkan bahwa teori konsumen mi dasar teoritik konsepsi kurva permintaan konsumen, suatu konsepsi yang peranan nya sangit besar dalam kita mencoba menerangkan perilaku harga pasar.
  2. 2.)    Teori Badan Usaha. Bagian ini membahas tentang perilaku rumah tangga perusahaan dalam menentukan jumlah barang atau jasa yang dihasilkan, dalam menentukan harga satuan barang atau jasa yang dihasilkan, dan dalam menentukan kombinasi sum ber-sumber daya yang dipergunakan dalam proses produksi, yang semuanya ini didasarkan kepada asumsi bahwa yang ingin dikejar oleh rumah tangga perusahaan adalah keuntungan sebesar-besarnya. Teori mi memberikan dasar teoritik konsepsi kurva penawaran produsen.
  3. 3.)    Teori Harga Pasar. Bagian daripada ilmu ekonomi. Mikro ini pada dasarnya membahas perilaku harga pasar barang-barang dan jasa jasa. Teori mi, seperti disinggung di atas banyak mernanfaati kesimpulan-kesimpulan teoritik teori konsumen dan teori badan usaha, khususnya konsepsi permintaan dan konsepsi penawaran yang dihasilkan oleh kedua teori tersebut.
  4. 4.)    Teori Distribusi Pendapatan. Bagian daripada ilmu ekonomi mikro ini mencoba menerangkan perilaku harga sumber-sumber daya, yang dapat berubah upah untuk sumber daya manusia, bunga modal untuk sumber daya modal, dan sewa untuk sumber daya alam. Leon distnibusi pendapatan mi banyak menggunakan kesimpulan teoritik teori rumah-tangga perusahaan dan teori perilaku rumah-tangga keluarga.
  5. 5.)    Teori Keseimbangan Umum. Teori-teori yang disebutkan di atas, yaitu teori konsumen, teori produsen, teoni harga pasar dan eori distribusi pendapatan semuanya didasarkan kepada asumsi tidak adanya saling pengaruh-mempengaruhj atau interdependensi antara kegiatan ekonomi pelaku ekonomi yang satu dengan kegiatan ekonomi pelaku ekonomi lainnya. Dunia yang nyata menunjukkan adanya hubungan interdependensi tersebut. Teori ekonomi mikro yang dalam usaha menerangkan pembentukan harga, penentuan kuantitas barang atau jasa yang dihasilkan dan yang dikonsumsi, dan sebagainya seperti yang telah diuraikan di atas, mengikut sertakan ke dalam analisa  saling pengaruh-mempengaruhi di antara pelaku pelaku ekonomi tersebut, biasa disebut ana/isa keseimbangan- umum atau general equilibrium analysis.
  6. 6.)    Ekonomi Kemakmuran atau Welfare Economics. Teori-teori ekonomi mikro sepertiyang kita uraikan di atas, dan butir ke 1 sampai dengan butir ke 5, tidak satupun yang memperhatikan skala preferensi masyarakat. Di lain pihak cabang ilmu ekonomi mikro yang disebut welfare economics, dalam mencoba menerangkan perilaku konsumen, produsen, harga dan sebagainya mernperhatikan norma-norma etik masyarakat.
Metodologi Ilmu Ekonomi
Seperti telah disinggung di atas, ilmu ekonomi mencoba menerangkan perilaku umat manusia dalam menggunakan alat-alat pemuas kebutuhan yang adanya terbatas untuk memenuhi kebutuhan mereka yang bisa dikatakan jumlahnya tidak terbatas. Untuk mengetahui bagaimana tugas tersebut dilaksanakan, dalam pembahasan ini kita sajikan beberapa hal yang menyangkut masalah metodologi.
Gambaran dibawah ini mengikhtisarkan secara garis besar urutan langkah langkah kegiatan dalam ilmu ekonomi, khususnya yang menyangkut bidang teori. Pertama-tama kita perbincangkan sedikit mengenai dunia nyata. Menurut kenyataan dunia yang nyata amat sangat kompleks. Perbuatan seseorang demikian juga gejala-gejala yang terjadi dalam suatu perekonomian banyak ookr yang ikut mempengaruhi atau bahkan menentukannya. Faktor-faktor seperti misalnya politik, ookr, psikologi dan sebagainya lagi juga besar pengaruhnya terhadap perilaku seseorang atau suatu masyarakat. Teori ekonomi pada azasnya hanya menelaah salah satu dan sekian banyak aspek kehidupan seseorang ataü suatu masyarakat, yaitu aspek ekonominya. Ini berarti bahwa kita dapat membedakan aspek-aspek ekonomi dan aspek-aspek lainnya, sekalipun kita tidak dapat memisahkannya.
Oleh karena yang menarik perhatian kita hanyalah aspek ekonomi, maka aspek-aspek lainnya kita abaikan. Inilah yang kita sebut sebagai tindakan abstraksi.
Meskipun semua aspek yang bukan ekonomi, telah kita kesamping kan, namun masalahnya juga sering masih terlalu kompleks untuk bisa di peroleh gambaran yang jelas dan kesimpulan yang berarti, oleh karena pada umumnya tidak sedikit jumlah macam  ekonomi yang secara langsung ataupun tidak langsung mempunyai hubungan dengan masalah masalah yang kita persoalkan. Oleh karena itu kita terpaksa memilih di antara variable-variabel tersebut mana yang kita perkirakan mempunyai peranan yang besar, dan yang bisa dipakai dalam model analisa ekonomi yang akan kita bentuk. Model analisa ekonomi atau economic model oleh Robert Y. Awh didefinisikan sebagai konstruksi teoritik atau kerangka analitik yang terdiri dan satu rangkaian asumsi-asumsi dan mana kesimpulan-kesimpulan kita turunkan. Di dalam menyusun model analisa ekonomi tersebut kita menentukan asumsi-asumsi mengenai hubungan-hubungan di antara variable-variabel yang kita pilih tersebut.
Langkah selanjutnya ialah, dari asumsi-asumsi yang kita pilih dan kita susun sebagai model ekonomi tersebut kita turunkan kesimpulan kesimpulan teoritik. Menurunkan kesimpulan-kesimpulan dan hal yang umum ke hal yang khusus biasa disebut melakukan analisa deduksi. Yang dilakukan oleh teori ekonomi mikro pada umumnya hanya sampai dengan langkah ini. Kesimpulan-kesimpulan teoritik ini nantinya dapat pula dipergunakan untuk menyusun model-model analisa ekonomi lainnya.
Kesimpulan-kesimpulan teoritik yang dihasilkan tersebut apabila diturunkan secara betul dikatakan berlaku secara abstrak universal, yaitu berlaku di manapun juga dan bilamanapun juga, asalkan dipenuhi syarat bahwa kenyataan dalam dunia nyata sejalan dengan asumsi-asumsi yang terbentuk dalam model analisa ekonomi yang kita pakai. Apabila ternyata asumsi yang kita pakai tidak sesuai dengan dunia yang nyata, maka hasil kesimpulan yang kita turunkan tendensinya juga menjadi kenyataan. Sebagai contoh misalya saja, Dengan menggunakan asumsi bahwa rumah tangga perusahaan selalu berusaha memaksimumkan keuntungan, kita sampai pada kesimpulan bahwa meningkatnya permintaan akan produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan akan mengakibatkan bertambah besarnya keuntungan yang diperoleh atau bertambah kecilnya kerugian yang diderita oleh perusahaan bersangkutan.
Bisa saja terjadi bahwa karena sesuatu hal sebuah rumah tangga perusahaan tidak bersikap rasional; hingga meningkatnya permintaan akan produk yang dihasilkannya tidak mengakibatkan meningkatnya keuntungan, hal mana misalnya disebabkan tambahan hasil penjualan dipergunakan untuk membiayai bertambahnya jumlah karyawan perusahaan.
Apabila banyak kesimpulan-kesimpulan teoritik yang menyimpang dan kenyataan, maka kalau kita tidak hati-hati, kita dapat mengambil kebijaksanaan-kebijaksanaan yang hasilnya justru berlawanan dengan yang kita harapkan. Oleh karena itu kita perlu menguji validitas daripada teori dengan cara membandingkan kesimpulan-kesimpulan teoritik.
Asumsi-Asumsi Yang Dipakai Teori Ekonomi Mikro
Di atas telah disebutkan bahwa teori ekonomi, khususnya teori ekonomi mikro, bekerja dengan menggunakan asumsi-asumsi. Dan asumsi-asumsi tersebut ada yang berlaku sangat umum dalam arti dipakai oleh teori ekonomi, baik teori ekonomi mikro maupun teori ekonomi makro; ada yang hanya dipakai oleh teori ekonomi mikro saja atau oleh teori ekonomi makro saja; dan akhirnya ada pula yang hanya dipakai untuk bagian-bagian tertentu ekonomi mikro maupun bagian-bagian tertentu ekonomi makro. Di bawah mi disajikan sedikit uraian mengenai beberapa asumsi yang mendasari kebanyakan teori-teori ekonomi mikro.
      Membuat asumsi atau pemisalan-pemisalan merupakan salah satu syarat penting dalam membuat teori dalam ilmu social. Tanpa asumsi sangat sukar untuk menjelaskan sifat-sifat perhubungan di antara berbagai variable oleh karena kegiatan ekonomi dan kehidupan perekonomian sangat kompleks sifatnya. Suatu peristiwa dipengaruhi oleh berbagai macam factor dan menerangkan bagaimana berbagai factor tersebut akan mempengaruhi pristiwa itu menjadi sangat rumit. Maka gambaran yang lebih sederhana mengenai bagaimana hubungan diantara suatu peristiwa dengan factor-faktor yang mempengaruhinya harus dibuat. Biasanya yang diterangkan ialah bagaimana sifat hubungan antara peristiwa itu dengan factor-faktor terpenting yang mempengaruhinya.hal ini dibuat suatu pemisalan. Pemisalan ini dikenal sebagai ceteris paribus. Kata-kata tersebut diambil dari bahasa latin dan artinya “hal-hal lain tidak mengalami perubahan”.
Asumsi Umum. Asumsi-asumsi di bawah ini dipakai baik oleh teori ekonomi mikro    maupun kebanyakan teori ekonomi lainnya
  1. Asumsi Rasionalitas. Asumsi ini berlaku untuk semua teori ekonomi. Pelaku ekonomi yang diasumsikan bersikap rasional biasa disebut juga homo ekonomikus atau economic man. Penggunaan asumsi mi pada teori konsumen terwujud dalam bentuk asumsi bahwa rumah tangga keluarga senantiasa berusaha memaksimumkan kepuasan; yaitu yang dalam mana terbiasa dengan sebutan utility maximization assumption. Sebaliknya dalam teori rumah tangga perusahaan, asumsi yang sama terjelma dalam bentuk asumsi bahwa rumah tangga perusahaan senantiasa berusaha inemperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Asumsi ini dikenal sebagai profit maximization assumption.
  2. Asumsi Ceteris Paribus. Sebutan lain untuk asumsi ini ialah asumsi other things being equal atau lain-lain hal tetap sama atau lain-lain hal tidak berubah. Yang dikehendaki oleh asumsi mi ialah bahwa yang mengalami perubahan hanyalah  yang secara eksplisit dinyatakan berubah, sedangkan variable-variabel lain yang tidak disebutkan berubah, sepanjang dalam model analisa tidak diasumsikan sebagai variable yang nilainya ditentukan oleh varible lain harus dianggap tidak berubah.
  3. Asumsi Penyederhanaan. Meskipun abstraksi sudah banyak sekali mengurangi kompleksnya permasalahan, agar supaya permasalahannya lebih mudah dianalisa dan difahami, sering-sering kita perlu menyederhanakan persoalan lebih lanjut. Misalnya saja menurut kenyataan jumlah macam barang dan jasa yang dihadapi rumah tangga keluarga tidak terhitung banyaknya. Penggunaan analisa indiferen untuk menerangkan teori permintaan, jumlah macam barang yang bisa termuat dalam grafik paling banyak hanya dua. Mi memaksa kita menggunakan asumsi bahwa konsumen hanya menghadapi dua macam barang atau jasa.
Asumsi Khusus Ekonomi Mikro
Sebetulnya tidak banyak asumsi yang hanya dipergunakan oleh teori ekonomi mikro, dalam arti tidak dipergunakan sama sekali oleh teori ekonomi makro. Hal ini kiranya mudah difahami kalau kita ingat hahwa yang membentuk perilaku perekonomian sebagai suatu keseluruhan tidak lain adalah perilaku para pelaku ekonomi itu sendiri, dengan demikian tidaklah mengherankan kalau kita jumpai bahwa teori ekonomi makro banyak menggunakan teori-teori atau kesimpulan-kesimpulan teoritik ekonomi mikro sebagai dasar analisanya.
Oleh karena itulah maka yang kita maksud dengan asumsi khusus teori ekonomi mikro, hanyalah terbatas kepada asumsi-asumsi yang banyak dipakai oleh ekonomi mikro akan tetapi tidak selalu dipakai oleh teori-teori ekonomi yang lain. Dengan menggunakan batasan ini kita dapat menyebut beberapa contoh asumsi khusus teori ekonomi mikro. Antara lain yang penting ialah asumsi ekuilibrium parsial dan asumsi tidak adanya hambatan atas proses penyesuaian
  1. Asumsi ekuilibrium parsial. Untuk sebagian besar model-model analisa ekonomi mikro, seperti juga halnya dengan materi ini, didasarkan kepada asumsi berlakunya ekuilibrium parsial, yang mengasumsikan tidak adanya hubungan timbal-balik antara perbuatan-perbuatan ekonomi yang dilakukan oleh pelaku-pelaku ekonomi dengan perekonomian di mana pelaku-pelaku ekonomi tersebut berada. Misalnya saja, sebagai akibat berubahnya cita rasa, para konsumen tiba-tiba mengurangi pengeluaran konsumsinya. Kalau tidak dipergunakan asumsi ekuilibrium parsial, maka dalam kita membuat analisa kita harus memperhitungkan pengaruh penurunan pengeluaran konsumsi tersebut terhadap pendapatan nasional, yang seterusnya juga terhadap pendapatan mereka, dan yang selanjutnya akan berpengaruh juga terhadap pola pengeluaran para konsumen tersebut. Dengan menggunakan asumsi ekuilibrium parsial  pemantulan semacam itu tidak kita perhatikan.
  2. Asumsi tidak adanya hambatan atas proses penyesuaian. Kelak kita akan menyaksikan misalnya, apabila harga suatu barang mengalami perubahan, maka berapapun kecilnya perubahan tersebut, selalu diasumsikan bahwa konsumen melaksanakan penyesuaian atau adjustment. Menurut kenyataan banyak hambatan-hambatan yang menyulitkan pelaksanaan penyesuaian tersebut. Faktor-faktor, seperti misalnya faktor psikologi, sosiologi, politik dan sebagainya, dapat merupakan penghambat terhadap penyesuaian tersebut. Misalnya, meskipun kita tahu bahwa dengan menurunnya harga barang Z, tingkat kepuasan akan meningkat dengan cara mengurangi kortsumsi barang Y dan meningkatkan konsumsi barang Z, namun tidak dapat dijamin bahwa kita akan melaksanakan penyesuaian tersebut. Misalnya saja dikarenakan  langganan kita tidak menjual barang Z, mungkin kita enggan untuk mengadakan penyesuaian tersebut. Dalam teori ekonomi mikro kita mengasumsikan bahwa hambatan hambatan terhadap penyesuaian tersebut tidak ada.
Hipotesis
Hipotesis adalah suatu pernyataan mengenai bagaimana variable-variable yang dibicarakan berkaitan satu sama lain. Sifat hubungan itu dapat dibedakan kepada dua golongan. Yang pertama dinamakan Hubungan Langsung, yaitu keadaan dimana perubahan nilai-nilai variable yang dibicarakan bergerak kearah yang bersamaan. Kalau pendapatan masyarakat bertambah maka konsumsi mereka akan bertambah, merupakan suatu contoh daripada hubungan yang bersifat hubungan langsung. Sifat hubungan yang kedua dinamakan hubungan terbalik yaitu apa bila nilai-nilai variable yang dibicarakan berubah kearah yang bertentangan. Kenaikan harga yang menyebabkan permintaan menurun adalah contoh hubungan yang terbalik.
Hipotesis sangat penting peranannya dalam mengemukakan teori, ia mengemukakan sifat-sifat daripada hubungan variable-variable yang diterangkan. Hipotesis merupakan pernyataan yang bersifat umum, yaitu suatu pernyataan yang menggambarkan keadaan yang pada umumnya wujud. Dengan demikian ia tidak 100% benar, akan terdapat sifat hubungan diantara variable yang berbeda dengan hipotesis yang dibuat. Walau bagaimanapun, hipotesis masih tetap dianggap benar apabila sebagian besar. Misalnya 80% atau lebih dari peristiwa yang terjadi mempunyai sifat-sifat seperti yang dinyatakan dalam hipotesis.
Membuat Ramalan
Membuat ramalan merupakan peranan penting lainnya yang dibahas oleh teori Ekonomi. Teori ekonomi memberikan dua sumbangan penting didalam menganalisis kegiatan ekonomi dalam masyarakat , dapat menerangkan mengapa pristiwa-peristiwa tertentu berlaku dan apa yang menjadi penyebabnya sehingga bentuk peristiwanya adalah seperti itu. Dengan mempelajari teori-teori ekonomi antara lain dapatlah diterangkan mengapa harga-harga meningkat, mengapa kelebihan atau kekurangan penawarann berlaku. Dengan mempelajari berbagai teori yang tersedia dapatlah diketahui bagaimana suatu perekonomian berfungsi.
Disamping dapat menerangkan  bagaimana berfungsinya suatu perekonomian, teori ekonomi dapat pula meramalkan keadaan yang akan berlaku. Peramalan itu dapat digunakan sebagai landasan dalam merumuskan langkah-langkah untuk memperbaiki keadaan dalam perekonomian. Andaikan analisis ekonomi menunjukkan bahwa peristiwa yang tidak diinginkan akan berlaku dalam perekonomian, langkah-langkah pencegahan dapat dilaksanakan agar peristiwa yang tidak diinginkan tersebut dapat dihindarkan, atau setidak-tidaknya dikurangi pengaruh buruknya terhadap obyek yang diramalkan.

ALAT-ALAT ANALISIS DALAM ILMU EKONOMI
Ilmu Ekonomi Memerlukan beberapa alat analisis untuk menerangkan teori-teorinya dan untuk menguji kebenaran teori-teori tersebut. Grafik dan kurva adalah alat analisis yang utama dalam teori ekonomi. Dalam teori yang lebih mendalam(advanced), matematika dan persamaan matematika memegang peranan yang sangat penting. Disamping itu statistik adalah alat analisis untuk mengumpulkan fakta dan menguji kebenaran teori ekonomi.
Peranan Grafik dalam Analisis Ekonomi.
Teori dan penjelasan-penjelasan Ilmiah merupakan alat-alat agar dapat dengan lebih mudah dimengerti. Dalam bidang kedokteran, misalnya pengajaran mengenai tubuh manusia dibuat dengan menggunakan bantuan gambar dan model-model mengenai tubuh manusia dan bagian-bagiannya. Dalam ilmu ekonomi usaha untuk memberikan penerangan yang lebih jelas mengenai teori-teori ekonomi dilakukan dengan bantuan menggunakan grafik dan kurva. Teori microekonomi dan macroekonomi, terutama yang bersifat pengantar, banyak sekali menggunakan grafik dan kurva dalam analisisnya.
Sifat-Sifat Grafik
Suatu grafik mempunyai dua sumbuh : Sumbuh datar dan sumbuh tegak, Sumbu datar adalah sumbuh yang letaknya horizontal, sedang sumbuh tegak adalah sumbuh yang tegak lurus pada sumbuh horizontal. Pertemuan di antara kedua sumbuh tersebut dinamakan origin atau titik asal dan nilainya adalah 0.
          Tiap sumbuh menjelaskan nilai suatu variable. Pada titik 0 nilai variable adalah 0, dan makin jauh dari titik 0 nilai variable menjadi bertambah tinggi. Dan demikian pada sumbuh tegak, makin ke atas kedudukannya, nilai yang ditunjukkan adalah semakin besar. Pada sumbuh datar, makin ke kanang kedudukannya, nilainya makin tinggi. Sifat hubungan yang ciri-cirinya adalah seperti gambar . dalam gambar itu ditunjukkan titik P. Titik itu menggambarkan bahwa pada waktu nilai variable yang diterangkan oleh sumbuh tegak(Variable II) adalah Y, nilai variable yang diterangkan oleh sumbu datar VariableI (adalah X)
                   Y                                  ● P

Variable  II
          
                   0                                      X         Variable I
Hubungan Antara Variable
Bagaimana grafik tersebut membantu menerangkan teori-teori ekonomi? Untuk menjawab pertanyaan ini suatu gambaran hipotesis mengenai sifat hubungan antara dua variable perlu ditunjukkan. Terdahulu mengenai hukum permintaan yaitu apabila harga mengalami perubahan maka jumlah barang yang diminta juga akan mengalami perubahan.
Contoh yang digambarkan adalah mengenai jumlah permintaan  dan bebagai tingkat harga.
Tabel 1.1
Keadaan
Harga(ribu rupiah)
Jumlah yang dibeli(unit)
(A)
50
300
(B)
40
400
(C)
30
600
(D)
20
1050
(E)
10
1800




( dalam ribuan rupiah)
Rp.     50          ● (A)                               Gambar. 1.2
           40                    ● (B)
   30                                ● (C)
   20                                                      ● (D)
   10                                                                               ● (E)   
    0 
                300     400       600               1050                1800    (Q)/helai     
Dalam Gambar 1.2 ditunjukkan secara grafik sifat hubungan antara harga dan permintaan baju seperti yang terdapat dalam table 1.1 Keadaan (A) dalam Tabel 1.1 digambarkan oleh titik A yang berarti pada sumbu harga(sumbu tegak) nilainya harus Rp.50 ribu dan pada sumbu jumlah permintaan(smbuh datar) nilainya adalah 300. Demikian pula pada titik B,C,D dan E berturut-turut menunjukkan gambaran secara grafik daripada keadaan (A),(B),(C),(D) dan (E) yang ditunjukkan dalam table 1.1


Kurve Permintaan (I).
                   D                                                         Gambar 1.3
Rp.     50          ● A
           40                    ●  B
   30                                ● C
   20                                                      ● D
   10                                                                               ● E     
    0                                                                                                    D
                300     400       600               1050                1800    (Q)/helai/baju     
Kalau titik A, B, C, D dan E, dirangkaikan akan diperoleh suatu Kurva, Kurva ini menggambarkan hubungan fungsional diantara harga baju dan jumlah permintaan baju(helai), Kurva tersebut dinamakan kurva permintaan terhadap baju, dan bentuknya adalah seperti yang ditunjukkan oleh kurva DD pada Kurve Permintaan( I) diatas, pada gambar 1.3. Tampak bahwa kurva permintaan menurun dari sebelah kiri atas ke kanang bawah. Artinya hubungan antara kedua variable itu adalah terbalik yaitu kenaikann suatu variable(harga) menumbulkan penurunan variable permintaan.
    Gambar Kurve Penawaran  (II)      
                                                   S             
P.1                                       ● B
                                                                    Gambar 1.4

P                        ● A
                  S

 0
                           X              X,1

Kurva Penawaran, yaitu kurva menunjukkan hubungan diantara harga dan jumlah barang yang ditawarkan penjual, adalah suatu contoh kurva yang menggambarkan hubungan dua variable yang bersifat hubungan langsung Kurva SS dalam Gambar 1.4 pada Kurve Penawaran(II) menunjukkan suatu kurva penawaran, Kurve tersebut menunjukkan sifat berikut, pada harga rendah penawaran juga rendah (A) dan pada harga tinggi jumlah yang ditawarkan lebih banyak (B).


-----------------------------------------------

Senin, 11 Juni 2012

Bahan Kuliah IX (Sembilan)


 Jenis, Tipe dan Penjenjangan Koperasi

A. Jenis-Jenis  Koperasi
             Jenis koperasi didasarkan pada kesamaan kegiatan dan kepentingan ekonomi anggotanya. Adapun 
    jenis-jenis koperasi dapat dibagi berdasarkan :

   (a). Jenis koperasi didasarkan pada kebutuhan dan efesiensi dalam ekonomi, sesuai dengan sejarah  
          timbulnya gerakan koperasi, maka jenis koperasi terdiri dari :
          1. Koperasi Konsumsi ialah koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari tiap-tiap orang yang mempunyai kepentingan langsung dalam lapangan konsumsi, menggusahakan kebutuhan sehari-hari bagi anggota koperasinya.
          2.  Koperasi Kredit ialah koperasi yang bergerak dalam lapangan usaha pembentukan modal melalui tabungan para anggota secara teratur dan terus menerus untuk kemudian dipinjamkan kepada para anggotanya dengan cara murah, mudah, cepat untuk tujuan produktif maupun konsuntif.
          3.  Koperasi Produksi ialah koperasi yang bergerak dalam bidang kegiatan ekonomi, pembuatan dan penjualan barang-barang dimana anggotanya terdiri dari orang-orang yang mampu menghasilakan suatu barang atau jasa.

    (b). Menurut sifat kegiatan usahanya koperasi dapat dibagi kedalam 2 (dua) Jenis :
          1. Koperasi Single Purpose ( koperasi Tunggal Usaha), yaitu koperasi yang mengusahakan hanya satu macam kegiatan usaha meskipun kebutuhan para anggota dan kesempatan untuk memperluas usaha memungkinkan.
          2. Koperasi Multi Purpose ( Koperasi Serba Usaha ), ialah koperasi yang menyelenggarakan usaha lebih dari satu macam kebutuhan ekonomi atau kepentingan ekonomi para anggotanya. Biasanya koperasi demikian tidak dibentuk sekaligus untuk melakukan macam-macam usaha, dan akan ditentukan oleh kebutuhan anggota koperasi yang semakin berkembang.

   ( c ). Jenis Koperasi menurut jenjang Hirarki Organisasi dapat dibagi 2 (dua) yaitu :
           1. Koperasi Primer.
               ialah Koperasi yang anggotanya adalah orang-orang(individu) yang memiliki kesamaan kepentingan ekonomi dan melakukan kegiatan usaha yang langsung melayani para anggota koperasinya.
           2. Koperasi Sekunder
               Ialah Koperasi yang beranggotakan badan-badan hokum koperasi karena kesamaan kepentingan ekonomi mereka bergabung untuk tujuan efesiensi dan kelayakan ekonomis dalam rangka melayani para anggotanya.

    (d). Jenis Koperasi menurut Status Hukum yang dimilikinya
           1. Koperasi Berbadan Hukum( Koperasi Formal )
               Adalah koperasi yang telah memperoleh badan hukum koperasi dan karenanya dapat melakukan tindakan hokum yang berkenaan dengan seluruh kegiatan usahanya.
       
           2. Lembaga Kerjasama Ekonomi Masyarakat
               Yaitu lembaga ekonomi yang belum atau tidak berbadan hukum adalah kegiatan kerjasama ekonomi masyarakat karena kesamaan kebutuhan atau kepentingan ekonomi diantara para anggotanya. Kelompok-kelompok atau lembaga-lembaga seperti itu bekerja atas dasar kesepakatan para anggotanya saja yang dituangkan dalam anggara dasar dan anggaran rumah tangga yang tertulis, namun belum memiliki badan hukum koperasi.


B. Penjenjangan Koperasi.
           Pembentukan koperasi dimulai dari tangkat pedesaan atau masyarakt sampai kepada tingkat pusat atau nasional, hal ini dapat digambarkan penjenjangan koperasi yang dibentuk dari masyarakat sebagai organisasi didasarkan dari syarat utama yaitu kumpulan orang-orang. Tiap-tiap jenis koperasi dapat membentuk organisasi yang lebih besar pada tingkat(daerah kerja) yang lebih luas seperti tingkat, Daerah Propvinsi dan selanjutnya tingkat pusat.l Dengan demikian akan digambarkan suatu Struktur Organisasi Koperasi sejenis sebagai berikut :


Induk Koperasi






Gabungan Koperasi

Gabungan Koperasi

Gabungan Koperasi





Pusat Koperasi


Pusat Koperasi

Pusat Koperasi






Koperasi
Primer

Koperasi
Primer

Koperasi
Primer

Koperasi
Primer

Koperasi
Primer




                1       2      3     4     5    6    7    8    9    10    11   12    13    14     15    16    17    18    19    20
                                                        (  20 (dua puluh) orang / Individu-individu )
 

       Keterangan :

       -  Pada tingkat pemerintahan Desa sekurang-kurangnya 5 Koperasi Primer yang berbadan hukum dapat 
           membentuk satu Koperasi ditingkat Kabupaten yang disebut dengan pusat Koperasi.
 -  Pada tingkat Provinsi Daerah tingkat I, sekurang-kurangnya 3 Pusat Koperasi dapat pula membentuk 
    satu organisasi Koperasi yang disebut dengan Gabungan Koperasi.
 -  Sedangkan pada tingkat Pusat(secara nasional) sekurang-kurangnya 3 Gabungan Koperasi dapat
    membentuk Koperasi yang lelbih tinggi tingkatannya yaitu Induk Koperasi.

·         Minimal 3(tiga) buah Gabungan Koperasi membentuk Induk Koperasi
·         Minimal 3(tiga) Pusat Koperasi dapat membentuk Gabungan Koperasi
·         Minimal 5(lima) Koperasi Primer dapat membentuk Pusat Koperasi
·         20 – 25 orang pada tingkat desa dapat membentuk Koperasi Primer.

Bahan Kuliah ke VIII (Delapan)


Landasan, Asas, Tujuan dan Prinsip serta Ciri-Ciri Koperasi.

A. Landasan Koperasi Indonesia
    Dalam melaksanakan kegiatannya. Koperasi Indonesia berlandaskan :
a.       Landasan Ideal ialah Pancasila, dalam arti kata semua sila merupakan satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
b.      Landasan Konstitusional adalah UUD 1945 pasal 33 ayat 1 beserta penjelannnya yaitu :
1.      Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan
2.      Produksi dikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah diutamakan bukan kemakmuran orang seorang. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah Koperasi.
c.       Landasan Geraknya adalah Undang-Undang Perkoperasian Indonensia No. 25 tahun 1992. dan Ketentuan-Ketentuan pelaksanaannya.
d.      Landasan Mentalnya, setia kawan dan kesadaran peribadi.
1.      Setia kawan berarti bersedia memberi bantuan baik dalam keadaan suka maupun duka. Kebahagiaan seseorang anggota Koperasi harus dirasakan oleh orang lain, begitu pula sebaliknya penderitaan seseorang anggota harus ditanggung pula oleh anggota lalinnya.
2.      Kesadaran peribadi yaitu selalu mempunyai kepercayaan terhadap diri sendiri bahwa ia mampu melakukan sesuatu sesuatu tanpa mendapatkan bantuan dari pihak lain. Hal ini tidak berarti bahwa mementingkan diri sendiri, tetapi dimaksudkan sebagai jika orang lain dapat berbuat sesuatu, maka kita juga mampu melakukannya.

 B. Azas Koperasi Indonesia.
       Azas Koperasi Indonensia adalah Kekeluargaan dan kegotong royongan yaitu :
a.       Kepentingan dan kesejahteraan bersama yang senantiasa harus menjadi tujuan.
b.      Diantara Ketua atau sesepuh sebagai pimpinannya disatu pihak, dan anggota koperasi serta masyarakat umumnya dilain pihak. Ada persatuan dan kesatuan didalam cipta, rasa dan karya untuk melakukan segala sesuatu oleh semua dan untuk semua. Ini pula menggambarkan sifat percaya mempercayai, Bantu membantu, dan perasaan solidaritas yang senantiasa dipupuk dalam koperasi itu. Segala perasaan tindas menindas dan sikat menyikat dikalangan anggota koperasi ditinggalkan demi kepentingan bersama dan untuk memupuk toleransi yang sebaik-baiknya.
c.       Didalam segala usaha dan karya koperasi, cinta kasih dan kewajibanlah yang menjadi pedorong dan penggeraknya. Sedangkan gotong royong berarti pada koperasi terdapat keinsyafan dan kesadaran semangat bekerja sama dan tanggung jawab bersama terhadap akibat dari karya tanpa memikirkan kepentingan diri sendiri, melainkan selalu kebahagiaan bersama. Dalam membagi hasil karyanya, masing-masing anggota menerima sesuai dengan sumbangan karya/jasanya.
d.      Setiap kegiatan koperasi berdasarkan pada prinsip swadaya, swakerta dan swaswmbada yang artinya :
-  Swadaya adalah kekuatan atau usaha sendiri
-  Swakerta adalah buatan sendiri
-  Swasembada adalah Kemampuan sendiri.

  C. Tujuan Koperasi Indonesia.

          Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

 D.Prinsip-prinsip Koperasi.

    Dalam sejarah perkembangan Koperasi dikenal berbagai prinsip-prinsip koperasi yang pernah dikemukakan, baik dari sejarah lahirnya koperasi, lembaga perkoperasian maupun oleh para pakar koperasi, antara lain :
a. Prinsip-Prinsip Koperasi Rochdale :
    1. Open membership valentry ( Bebas keluar masuk koperasi)
    2. Democratic Management ( Satu orang satu suara )
    3. Limited inters of capital ( Pembatasan bunga atas modal )
    4. Proportional distribution of surplus ( Jasa sebanding )
    5. Trading in cash ( Pembelian dengan tunai )
    6. Adultrated goods for biden to sale ( Barang yang sudah tua dilarang dijual )
    7. Education promotion ( Pengembangan pendidikan)
    8. Cooperation amoung cooperative ( Kerjasama antar koperasi-koperasi )

b. Perumusan Prinsip-Prinsip Koperasi menurut ICA ( International Cooperative Alliance).
    1. Keanggotaan yang sukarela dan terbuka.
    2. Pengawasan demokratis oleh anggota.
    3. Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi
    4. Otonomi dan kemandirian ( Indefendence)
    5. Kerja sama antar koperasi
    6. Kepedulian terhadap masyarakat

  c. Prinsip-Prinsip Koperasi Indonesia menurut UU No. 25 Tahun 1992
    1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
    2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
    3. Pembagian SHU, dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing
        anggota.
    4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
    5. Kemandirian
    6. Pendidikan perkoperasian
    7. Kerja sama antar koperasi.








   d. Prinsip-Prinsip Koperasi Watkins.
        1. Saling tolong menolong melalui perkumpulan
        2. Tanggung Jawab
        3. Equity ( Keadilan )
        4. Ekonomi, : Efesiensi ekonomi perusahaan koperasi, diukur dari dampaknya terhadap kepentingan
            anggota.
        5. Demokrasi : Manajemen dan Pengawasan secara demokratis pada perusahaan koperasi.
        6. Kebebasan : Perkumpulan sukarela (keanggotaan bersihfat sukarela), otonom dalam menetapkan
            tujuan/sasaran, pengambilan keputusan dan pengelolaannya.
        7. Ppedidikan : Peningkatan kegiatan pendidikan
        8. Prinsip promosi anggota
        9. Prinsip Identitas.

e.       Prinsip Koperasi Menurut MacPherson. :
1. Keanggotaan Sukarela dan Terbuka
2. Pengendalian Demokrasi Anggota
3. Partisipasi Ekonomi Anggota
4. Otonomi dan kebebasan
5. Pendidikan, Pelatihan dan Informasi
6. Kerjasama antar Koperasi
7. Kepedulian terhadap Masyarakat.

           Oleh MacPherson, ketujuh prinsip-prinsip koperasi tersebut disatukan dalam satu paket sebagai IDENTAS (JATI DIRI) koperasi. Bila kita bandingkan perumusan prinsip-prinsip tahun 1966 ( beserta nilai-nilai dan definisi koperasi), maka tidak ada perbedaan prinsipil dan apa yang dilakukan adalah penekanan, penonjolan serta pengelompokan kembali. Mungkin kalau ada sebenarnya yang dianggap “baru” adalah prinsip Kepedulian terhadap masyarakat yang sebenarnya telah dan selalu dilaksanakan oleh koperasi sejak dulu dab si Indonesia bahkan dicantunkan dalam undang-undang.

     D. Ciri-ciri Koperasi.
                    Jadi yang membedakan Badan usaha koperasi dengan Badan Usaha non Koperasi, yang paling mendasar adalah “ Prinsip identitas” yaitu Anggota Koperasi ia sebagai pemilik juga sebagai pelanggan, sering dikemukakan yang membedakan koperasi dengan badan usaha koperasi dengan badan usaha yang lain, karena mempunyai ciri-ciri dan prinsip-prinsip yaitu antara lain :
1.      Koperasi merupakan kumpulan orang-orang.
2.      Dalam koperasi pemilik juga sebagai pelanggan.
3.      Manajemennya demokratis
4.      Keanggotaan terbuka dan sukarela
5.      Modal diperoleh dari simpanan anggota koperasi.
6.      Keuntungan dibagi berdasarkan partisipasi anggota koperasi.

        Disamping itu koperasi mempunyai nilai-nilai sebagai dasar dalam melaksanakan kegiatan usahanya yaitu : Merupakan norma-norma yang menguasai tingkah laku manusia yang diterima/disepakati oleh orang-orang sebagai sesuatu yang sah dan penting serta berpengaruh pada cara berfikir dan cara betindak.
        Nilai-nilai didasarkan pada gagasan umum yang menentukan cara-cara manusia hidup dan bekerja bersama seperti :
a.       Kebebasan
b.      Persamaan
c.       Demokrasi
d.      Keadailan dan
e.       Solidaritas.
Ciri-ciri dari nilai-nilai, tidak dapat dipaksakan kepada seseorang, tetapi harus diterima dan dicari secara sukarela oleh orang perorang. Karena itu, gagasan dan konsep teoritis dapat diubah oleh sekelompok orang-orang menjadi nilai mereka.
       Menurut Sven Ake Book, nilai-nilai Dasar Koperasi terdiri dari 3(tiga) hal, ialah Keadilan, Persamaan dan saling tolong, ia mengambil pendapat Chilone bahwa nilai-nilai merupakan kekuatan yang berada dibalik terjadinya peristiwa, diterima sebagai perwujudan moral, norma dan pola budaya. Nilai-nilailah yang membentuk kepercayaan. Nilai dasar dipilah-pilah menjadi ide dasar, etika dasar dan prinsip-prinsip dasar.
            Ide dasar terdiri dari :
1.            Kesempatan dalam hak yang sama
2.            Pembagian pendapatan dan kekuasaan yang adil
3.            Kesukarelaan untuk meningkatkan partisipasi, komitmen dan tanggung jawab.
4.            Melayani kebutuhan ekonomi anggota.
Etika dasar terdiri dari : konsep-konsep mengenai “Manusia Koperasi”, “Semangat Koperasi”,  “Masyarakat Kopersi” dan sebagainya. Bila diperinci, terdapatlah :
-  kejujuran
-  Kemanusiaan, kepedulian
-  Kesetiakawanan, kebersamaan
-  Tanggung Jawab
-  Kebenaran, kejujuran
-  Pikiran demikrasi
-  Perilaku konstruktif
                   Adapun untuk mencapainya diperlukan kerja keras. Inilah budaya koperasi. Prinsip-prinsip dasar ialah nilai dan cirri instrumental, seperti : koperasi merupakan kerjasama dalam rangka memenuhi kebutuhan anggota dan bukan mencari keuntungan, tetapi pelayanan anggota( Member promotion). Jadi kesimpulannya adapun ciri-ciri pokok Koperasi Indonesia sebagai soko guru perekonomian nasional, dalam menunbuh kembangkan potensi ekonomi rakyat serta dalam mewujudkan dalam kehidupan demikrasi ekonomi yang memiliki ciri-ciri: demokratis, kebersamaan, kekeluargaan dan keterbukaan.